Jumat, 31 Januari 2014

Prinsip Kerja Mesin Fotokopi





Mesin fotocopy merupakan mesin yang sangat berguna yang berfungsi untuk menduplikat sebuah dokumen atau ilustrasi. Aspek-aspek yang bekerja dalam mesin fotocopy sehingga mesin ini mampu menduplikat sebuah dokumen adalah panas, cahaya, bahan kimia, dan juga muatan listrik statis. Penemunya adalah Chester F. Carison. Ia telah berhasil menciptakan sebuah penemuan baru tentang cara penduplikasian naskah dengan memanfaatkan sebuah energi listrik yang diberi nama sebagai xerography yang memiliki makna tulisan kering.
Mesin fotokopi yang diperkenalkan pada tahun 1960-an oleh Xerox menjadi peralatan yang terkenal dan banyak digunakan di dunia bisnis dan instansi-instansi pemerintahan. Sebagai pengganti kertas karbon, mimeograph, dan mesin-mesin reproduksi lainnya, fotokopi menggunakan polarisasi elektrik dari material yang sensitif cahaya untuk menghasilkan salinan secara akurat dan ekonomis terhadap dokumen-dokumen kertas.
Berikut ini adalah prinsip dasar cara kerja mesin fotokopi:


  1. Lampu ekspose menghasilkan cahaya terang yang berfungsi untuk menyinari dokumen yang diletakkan pada permukaan kaca dengan posisi yang terbalik menuju bagian bawah kaca. Gambar pada dokumen akan dipantulkan lewat lensa dengan sensor CCD. Setelah itu, lensa akan langsung mengarahkan gambar tadi ke bagian tabung drum (silinder fotosensitif) yang merupakan silinder yang terbuat dari bahan alumunium yang juga dilapisi dengan selenium pilihan yang begitu sensitif terhadap cahaya.
  2. Gambar yang terlihat lebih terang di permukaan silinder fotosensitif akan menjadikan elektron-elektron muncul lalu menetralkan ion-ion positif. Setelah itu, ion-ion positif tersebut dihasilkan oleh corona wire (kawat pijar) yang terletak di atas kawat 1 (drum), sehingga di permukaan yang lebih terang tidak akan ditemukan elektron yang memiliki muatan. Sedangkan, perubahan muatan tidak akan terjadi pada cahaya yang cenderung lebih gelap.
  3. Toner yang bermuatan negatif yang terletak di developer akan ditarik oleh ion-ion positif yang berada pada permukaan drum.
  4. Tegangan tinggi yang berada pada DC yang dikirim pada kawat pijar akan mengakibatkan silinder fotosensitif bermuatan positif, kemudian kawat pijar menjadi berjumlah dua buah. Yang pertama terdapat di bagian atas drum (kawat 1), sedangkan yang kedua terdapat di bagian bawah drum (kawat 2).
  5. Pada saat kertas belum mencapai silinder fotosensitif, kertas diubah menjadi bermuatan positif oleh kawat 2. Sehingga, kertas yang tertempel toner pada permukaannya, tertarik dengan kuat pada kertas.
  6. Selanjutnya kertas akan dilewatkan melalui dua buah rol panas yang saling bertekanan. Panas dari kedua rol tersebut akan melelehkan toner yang kemudian akan menempel erat pada kertas. Peristiwa ini akan menghasilkan salinan gambar yang sama persis dengan aslinya.
  7. Setelah itu, drum akan terus berputar hingga melewati cleaning blade. Pada akhirnya, drum akan kembali memiliki muatan positif sehingga siap untuk kembali di sinari berulang-ulang.


SUMBER:

3 komentar:

  1. wah terimakasih ya sudah memberi prinsip kerja dari mesin fotocopy, maklum belom punya mesinnya jadi belum bisa diutak atik.
    kalo untuk mesin fotocopy warna juga sama prinsip kerjanya? terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih komentarnya :)
      Fotokopi warna juga proses serupa dengan fotokopi hitam putih, cuman kalau yang warna ada beberapa filter seperti filter biru, merah, dan kuning (warna utama). Cahaya yang dipantulkan diperkuat dengan piranti gandengan muatan (CCD), yang mengarahkan berkas laser. Pangkalan terpisah memberikan toner biru, merah, kuning, dan hitam untuk menghasilkan gambar berwarna.

      Hapus