Selasa, 03 Februari 2015

Mengukur Suhu Tubuh: Lewat Mulut, Ketiak, atau Dubur?

Mengukur suhu tubuh penting untuk dilakukan saat terserang sakit atau demam. Bila suhu tubuh terus meningkat, bukan tidak mungkin ada penyakit yang harus diatasi. Menurut Frieda Handayani, dokter spesialis anak dari RSIA Evasari Jakarta, sedikitnya ada 3 lokasi pada tubuh yang dapat diukur suhunya saat anak mengalami demam. Tiga lokasi ini tidak terpengaruhi suhu luar sehingga memberikan hasil yang lebih akurat. Lokasi tersebut ada di sela ketiak, mulut, dan dubur.
Pengukuran suhu di tiga area tersebut kata Frieda, lebih akurat dibanding pengukuran pada dahi menggunakan telapak tangan. "Mengukurnya tentu menggunakan termometer. Sebaiknya termometer digital, karena lebih aman untuk anak," kata Frieda, Sabtu (14/9/2013) di Jakarta. Menurut Frieda, balita dikatakan  mengalami demam bila suhu di sela ketiaknya lebih dari 37,2 derajat celcius. Sedangkan untuk suhu dalam rongga mulut melebihi 37,8 derajat celcius dan suhu dubur lebih dari 38 derajat celcius.
Adapun suhu tubuh normal untuk beberapa jenis usia diantaranya adalah:
  • Bayi baru lahir : 36 – 37,2°c (axilla)
  • 3 tahun : 36,4 – 37°c (axilla)
  • 10 tahun : 36,4 – 37°c (oral)
  • 16 tahun : 36,4 – 37°c (oral)
Berikut ini adalah langkah-langkah sederhana mengukur suhu melalui 3 lokasi tubuh yang disebutkan:
1. Pengukuran suhu lewat mulut (oral):
  • Gunakan sarung tangan sekali pakai. Cuci, bersihkan, dan turunkan thermometer
  • Tempatkan thermometer klinis/digital pada bagian bawah lidah dalam kantung sublingual, lateral ke tengah rahang.
  • Tahan thermometer dengan bibir (hindari dari gigitan) selama 1 menit untuk pembacaan yang akurat.
  • Keluarkan thermometer dengan hati-hati dan catatlah angka yang terbaca pada thermometer.
  • Cucilah thermometer dalam air sabun hangat dan bilaslah dalam air dingin dan kembalikan penutup ketempatnya, keringkan dan simpan kembali  pada  tempatnya.
2. Pengukuran suhu lewat dubur (rectal):
  • Cuci, bersihkan, dan turunkan thermometer dengan teknik yang sama dengan pengukuran oral.
  • Pasang pelindung rectal, lumasi ujung tabung dengan pelican 1 sampai 1,5 inci.
  • Buka anus dengan menaikkan bokong atas dengan tangan yang dominan. Masukan perlahan thermometer ke dalam anus ke arah umbilicus 1,5 inci pada dewasa dan 0,5 inci pada bayi.
  • Biarkan thermometer selama 2  menit untuk pembacaan yang akurat.
  • Keluarkan thermometer dan lap bersih dengan gerak rotasi, lap area anal untuk membersihkan pelumas atau faeses.
  • Keluarkan thermometer dengan hati-hati dan catatlah angka yang terbaca pada thermometer.
  • Cucilah thermometer dalam air sabun hangat dan bilaslah dalam air dingin dan kembalikan penutup ketempatnya, keringkan dan simpan kembali  pada  tempatnya.
3. Pengukuran suhu lewat ketiak (axilla):
  • Bilaslah thermometer kaca air raksa dalam air dingin, dilap bersih dan turunkan (pada pengukuran suhu lewat ketiak dapat digunakan thermometer raksa..
  • Buka pakaian dan lengan, masukkan thermometer ke tengah ketiak, turunkan lengan, dan silangkan lengan bawah.
  • Biarkan termometer di tempat untuk pembacaan yang akurat 5-10 menit.
  • Angkat thermometer dan lap bersih dengan garakkan rotasi, bacalah tingkat air raksa sebagai bentuk pembacaan suhu.
  • Turunkan thermometer dan kembalikan ke tempat penyimpanan, cuci tangan.

SUMBER:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar