Senin, 17 Juni 2013

Cloud Computing dan Implementasinya


Cloud Computing merupakan perkembangan teknologi yang menggabungkan teknologi komputer (komputasi) dan internet berbasis pembangunan yang saat ini dapat diakses oleh pengguna melalui internet sehingga pengguna tidak perlu menginstal perangkat lunak pada setiap komputer lokal.
Perkembangan IT saat ini menuju dengan konsep-kosep jaringan sosial, terbuka, easy maintenance, terdistribusi, skalabilitas, konkuren dan transparan. Dengan Cloud Computing, akses data dari mana saja dan menggunakan perangkat fixed atau mobile device dapat digunakan sebagai tempat menyimpan data, aplikasi, dan lainnya dan dapat dengan mudah mengambil data, download aplikasi, dan berpindah ke cloud lainnya. Hal ini memungkinkan pengguna dapat memberikan layanan aplikasi secara mobile di masa depan. Trend ini akan memberikan banyak keuntungan baik dari sisi pemberi layanan (provider) maupun dari sisi user.
Ada beberapa keuntungan yang dapat dilihat dari perkembangan Cloud Computing ini, diantaranya adalah:
  • Lebih efisien karena menggunakan anggaran yang rendah untuk sumber daya.
  • Membuat lebih eglity, dengan mudah dapat berorientasi pada profit dan perkembangan yang cepat
  • Membuat operasional dan manajemen lebih mudah, dimungkinkan karena sistem pribadi atau perusahaan yang terkoneksi dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
  • Menjadikan koloborasi yang terpecaya dan lebih ramping.
  • Membantu dalam menekan biaya operasi biaya modal pada saat kita meningkatkan reliability dan kritikal sistem informasi yang kita bangun.
Cloud Computing terbagi dalam 3 jenis layanan, yaitu Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Infrastructure as a Service (IaaS).
    1. Software as a Service (SaaS) merupakan evolusi lebih lanjut dari konsep ASP (Application Service Provider) dan layanan Cloud Computing yang paling dahulu populer. SaaS memberikan kemudahan bagi pengguna untuk bisa memanfaatkan sumberdaya perangkat lunak dengan cara berlangganan. Sehingga tidak perlu mengeluarkan investasi baik untuk in house development ataupun pembelian lisensi. Dengan cara berlangganan via web, pengguna dapat langsung menggunakan berbagai fitur yang disediakan oleh penyedia layanan. Namun, dengan SaaS ini pelanggan tidak memiliki kendali penuh atas aplikasi yang mereka sewa. Hanya fitur-fitur aplikasi yang telah disediakan oleh penyedia saja yang dapat disewa oleh pelanggan. Untuk contoh layanan SaaS ialah layanan CRM online Salesforce.com yang dikomandai Marc Benioff dan telah menjadi ikon SaaS. Selain itu Zoho.com dengan harga yang sangat terjangkau menyediakan layanan SaaS yang cukup beragam dari mulai layanan word processor seperti Google Docs, project management, hingga invoicing online. Layanan akunting online pun tersedia seperti yang diberikan oleh Xero.com dan masih banyak lagi. IBM dengan Lotuslive.com-nya dapat dijadikan contoh untuk layanan SaaS di area kolaborasi/unified communication.
    2. Platform as a Service (PaaS) adalah layanan yang menyediakan modul-modul siap pakai yang dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah aplikasi, yang hanya bisa berjalan diatas platform tersebut. Seperti layanan SaaS, pengguna PaaS tidak memiliki kendali terhadap sumber daya komputasi dasar seperti memory, media penyimpanan, processing power dan lain-lain. Semuanya diatur oleh provider layanan ini. Pionir di area ini adalah Google AppEngine, yang menyediakan berbagai tools untuk mengembangkan aplikasi di atas platform Google, dengan menggunakan bahasa pemrograman Phyton dan Django. Kemudian Salesforce juga menyediakan layanan PaaS melalui Force.com, menyediakan modul-modul untuk mengembangkan aplikasi di atas platform Salesforce yang menggunakan bahasa Apex.
    3. Infrastructure as a Service (IaaS) yaitu IaaS terletak satu level lebih rendah dibanding PaaS. Ini adalah sebuah layanan yang menyewakan sumberdaya teknologi informasi dasar, yang meliputi media penyimpanan, processing power, memory, sistem operasi, kapasitas jaringan dan lain-lain yang dapat digunakan oleh penyewa untuk menjalankan aplikasi yang dimilikinya. Model bisnisnya mirip dengan penyedia data center yang menyewakan ruangan untuk co-location, tapi ini lebih ke level mikronya. Penyewa tidak perlu tahu, dengan mesin apa dan bagaimana caranya penyedia layanan menyediakan layanan IaaS. Yang penting, permintaan mereka atas sumber daya dasar teknologi informasi itu dapat dipenuhi. Perbedaan Salah satu pionir dalam penyediaan IaaS ini adalah Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Computing Cloud).

    Implementasi Cloud Computing pada Bidang Pendidikan
    Pada bidang pendidikan, Cloud computing digunakan antara lain pada Yahoo Email dan Gmail. Pengguna tidak perlu software atau server untuk menggunakannya. Semuanya hanya memerlukan koneksi internet dan pengguna dapat mulai mengirimkan email. Software manajemen email dan server semuanya ada di cloud (internet) dan secara total dikelola oleh provider seperti Yahoo, Google, dan lain-lain.
    Contoh lain penerapan cloud computing yaitu pada Google Apps, yaitu kumpulan berbagai aplikasi Google yang secara terintegrasi dapat digunakan oleh sebuah komunitas. Dalam bidang pendidikan, ada yang dinamakan Google Apps for Education (Google Apps untuk Pendidikan) yang menawarkan kepada lembaga-lembaga pendidikan berupa solusi “hosting gratis” untuk mengelola email, Chat, kalender, berbagi dokumen, dll. Google sendiri menyebut layanan ini sebagai sebuah solusi komunikasi dan kolaborasi yang terintegrasi. Fitur-fitur utama Google Apps untuk Pendidikan adalah Gmail, Google Calendar, Google Talk, Google Docs, Google Sites, dan Google Video for Education. Seorang administrator Google Apps sebuah lembaga pendidikan dapat memberi akses kepada para pemakainya ke sejumlah aplikasi Google yang lain.

    Implementasi Cloud Computing pada Bidang Telekomunikasi
    Pada bidang telekominikasi, Cloud Computing menyediakan layanan sistem informasi yang terpusat, yaitu data-data yang yang tersebar di berbagai daerah dapat dikelola dan dipantau oleh pusat data. Berikut adalah implementasi cloud computing pada bidang telekomunikasi:
    1. Terselesaikannya masalah maintenance jaringan inti dan aplikasi inti yang dapat dilakukan secara remote tanpa harus datang ke masing-masing daerah. Perawatan infrastruktur di daerah hanya sebatas hardware dan software user serta koneksi ke jaringan internet saja.
    2. Sebagai solusi broadband economy di daerah. UMKM yang tersebar di berbagai daerah memungkinkan untuk dijangkau dan diintegrasikan ke dalam suatu sistem e-commerce yang terintegrasi secara nasional melalui cloud computing.

    SUMBER:
    Ririn. 2012. Implementasi Cloud Computing. [Online]. Tersedia: http://missririn.blogspot.com/2012/06/implementasi-cloud-computing.html. [16 Juni 2013].
    Karystiawan, Benny. 2013. Implementasi Cloud computing pada Bidang Pendidikan. [Online]. Tersedia: http://bennykaristiawan.wordpress.com/2013/05/06/implementasi-cloud-computing-pada-bidang-pendidikan/. [16 Juni 2013].
    Rascoolz. 2013. Implementasi Cloud Computing pada Telekomunikasi. [Online]. Tersedia: http://rascoolzzz.wordpress.com/2013/05/14/implementasi-cloud-computing-pada-telekomunikasi/. [16 Juni 2013].

    3 komentar:

    1. implementasi dalam bidang kedokteran juga berguna,Untuk mengembangkan pelayanan di bidang kesehatan ini berarti bahwa layanan pengobatan yang mencakup semua bentuk pengobatan yang memanfaatkan media, dimana pasien dan dokter dapat berkomunikasi jarak jauh. Baik menggunakan telepon seluler, telepon rumah, internet dan sebagainya. tinggal kita mencari provider cloud computing mana mendukung ini dan salah satunya mungkin Biznet GIO Cloud

      BalasHapus