Jumat, 01 April 2016

Pesan Imam Syafi’i tentang Pentingnya “Minggat”

Imam asy-Syafi’i adalah seorang ulama besar yang terkenal dengan kecerdasan dan kata-kata mutiara yang penuh hikmah. Beliau mampu menyusun kata-kata mutiara yang mendalam dalam bait-bait syair. Syair-syair beliau dibukukan dan dinamai Diwan asy-Syafi’i.
Diantara syair beliau yang sangat baik direnungkan maknanya adalah nasihat beliau agar “merantau” atau “minggat”, meninggalkan zona nyaman menuju wilayah baru, suasana baru, pengalaman baru, dan berkenalan dengan orang-orang baru. Nasihat tersebut disusun dalam bait, yang terjemahannya kurang lebih seperti yang dituliskan di bawah ini:

#-Merantaulah…
Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan hidup asing  di negeri orang.

Kamis, 31 Maret 2016

Radioisotop dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari


Radionuklida atau radioisotop adalah isotop dari zat radioaktif yang mampu memancarkan radiasi. Radioisotop dapat terjadi secara alamiah atau sengaja dibuat oleh manusia dalam reaktor penelitian. Produksi radionuklida dengan proses aktivasi dilakukan dengan cara menembaki isotop stabil dengan neutron di dalam teras reaktor. Proses ini lazim disebut irradiasi neutron, sedangkan bahan yang disinari disebut target atau sasaran. Neutron yang ditembakkan akan masuk ke dalam inti atom target sehingga jumlah neutron dalam inti target tersebut bertambah. Peristiwa ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan inti atom sehingga berubah sifat menjadi radioaktif.

Berikut ini adalah beberapa pemanfaatan radioisotop dalam berbagai bidang di kehidupan sehari-hari.


1. Dalam Bidang Industri
Sinar gamma atau sinar-X yang dipancarkan dari radioisotop Co-60 atau Ir-192 digunakan untuk memeriksa material tanpa merusak material tersebut dengan menggunakan teknik radiografi.

Rabu, 30 Maret 2016

Proses Terjadinya Fatamorgana

Fatamorgana adalah peristiwa pembiasan cahaya melalui kerapatan medium  yang berbeda, sehingga bisa membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah ada atau bersifat khayal. Fenomena fatamorgana biasanya terjadi di tanah yang luas, misalnya di padang pasir dan di jalan aspal yang rata. Di padang pasir maupun di jalan aspal yang rata biasanya terlihat seperti ada genangan air, padahal hal ini sesungguhnya merupakan pantulan cahaya dari langit dan mengenai udara panas kemudian cahaya ini dibiaskan meallui medium udara panas tersebut. Peristiwa fatamorgana dikenal juga sebagai ilusi optik. Fatamorgana akan menampakkan pemandangan seperti genangan air atau suatu cermin. Sementara itu, benda-benda yang letaknya jauh seperti pohon akan terlihar terbalik.
Sementara itu, penyebab terjadinya fatamorgana dapat dijelaskan oleh ilmu fisika. Pertama, diawali dengan perbedaan kerapatan antara udara dingin dan udara panas. Kemudian, udara dingin memiliki kerapatan yang lebih tinggi dibandingkan udara panas yang kerapatannya lebih rendah. Selanjutnya  keadaan lapisan udara yang panas dan yang berada lebih dekat dengan tanah akan terperangkap oleh lapisan udara yang kebih dingin diatasnya.

Rabu, 25 November 2015

Terima Kasih, Guru-guru Inspiratif!


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Salam sejahtera untuk kita semua. Hari ini adalah hari yang sangat spesial karena dijadikan sebagai hari guru nasional di negara kita. Izinkanlah saya menyampaikan ucapan terima kasih untuk para guru yang sudah menyumbangkan banyak tenaga, waktu, dan pikiran untuk berkhidmat pada Tuhan dalam menebarkan kebermanfaatan bagi banyak orang.
Untuk semua guru yang pernah menjadi guru ngaji bagi saya, ucapan terima kasih saya sampaikan kepada sang guru. Sang guru berjasa membangun fondasi agama dalam diri saya. Yth. Kang Ustadz Bahrul Ulum, terima kasih atas segala ilmu yang telah diberikan, terima kasih atas segala doa yang selalu dilantunkan, dan mohon maaf atas segala kelancangan yang telah diperbuat selama saya dididik olehmu. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan dan rejeki yang berkah agar tetap bisa bermanfaat bagi orang banyak. Saya sangat bangga pernah menjadi muridmu.

Jumat, 06 Februari 2015

Menjadi Pendidik adalah Profesi “Ideal”, Mengapa?



Tulisan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi saya terhadap guru dan dosen yang telah banyak memberikan kontribusi besar untuk kemajuan bangsa ini. Semoga mereka senantiasa diberikan kesehatan oleh Tuhan, Allah swt. dalam menjalani setiap aktivitasnya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menarik untuk dibaca.
Melalui tulisannya (http://aniesbaswedan.com/tulisan/Surat-Untuk-Ibu-dan-Bapak-Guru), Menteri Pendidikan dna Kebudayaan, Anies Rasyid Baswedan, pernah menulis: “Menjadi guru bukanlah pengorbanan. Menjadi guru adalah sebuah kehormatan. Ibu dan Bapak Guru telah memilih jalan terhormat, memilih hadir bersama anak-anak kita, bersama para pemilik masa depan Indonesia. Ibu dan Bapak Guru telah mewakili kita semua menyiapkan masa depan Indonesia”. Ya betul! Menjadi guru/pendidik (termasuk dosen) adalah sebuah kehormatan. Mereka (guru dan dosen) memilih jalan yang terhormat untuk hadir bersama calon-calon penerus bangsa dalam mempersiapkan masa depan bangsa ini. Tanpa mengenal lelah, mereka terus memberikan semangat yang tinggi dalam mewujudkan cita-cita luhur Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa.
Mengapa profesi sebagai guru atau dosen (pendidik) merupakan sebuah profesi yang terhormat? Anies Baswedan pun memberikan kutipannya (http://aniesbaswedan.com/tulisan/VIP-kan-Guru-guru-Kita): “Kunci kekuatan bangsa itu pada manusianya”. Bangsa yang besar adalah bangsa yang masyarakatnya madani. Salah satu upaya untuk mencapai masyarakat madani adalah dengan meningkatkan kualitas sumberdayanya, yaitu dengan memberikan pendidikan yang “baik” pada setiap orang. Disini pendidik memegang peran kunci itu. Peran yang dapat membuat anak bangsa memiliki kualitas dalam bersaing, berkarya, berinovasi, dsb. Melalui masyarakat madani, kita semua meyakini bahwa bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang kuat, bangsa yang berintegeritas.