Jumat, 06 Juni 2014

Aksi Nyata Regulasi Global Warming: Sebuah Maha Karya Siswa-Siswi Kelas 7 SMP



Pemanasan Global (global warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca (Wikipedia).
Secara fisika, energi panas yang berasal dari matahari dalam bentuk gelombang elektromagnetik ketika mencapai (permukaan) bumi akan dipantulkan kembali ke angkasa dalam bentuk radiasi inframerah, namun akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi dapat menyebabkan kebanyakan dari gelombang inframerah ini akan terpantul kembali ke bumi sehingga hanya sedikit saja dari gelombang ini yang diteruskan kembali ke angkasa. Hal ini akan menyebabkan suhu rata-rata bumi menjadi meningkat.
Beberapa dampak yang dapat terjadi akibat pemanasan global ini adalah:

  • mencairnya es di kutub
  • meningkatnya permukaan air laut
  • perubahan iklim yang ekstrem
  • gelombang panas yang semakin meningkat
  • habisnya gletser sebagai sumber air bersih


Beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai bentuk regulasi terhadap global warming ini adalah:

  • penggunaan sumber energi terbarukan
  • reforestasi atau penghijauan kembali hutan yang sudah gundul
  • menggunakan sepeda untuk bepergian jarak dekat
  • menggunakan kendaraan umum
  • meminimalisir penggunaan plastik
  • menggunakan lampu hemat energi
  • membuka jendela rumah
  • melakukan aktivitas baca koran secara online
  • mengurangi konsumsi daging sapi
  • mematikan peralatan elektronik ketika bepergian
  • mendaur ulang kertas, plastik, dan logam
  • menggunakan barang bekas
  • membuat kompos
  • menggunakan mobil hybrid
  • menjadi pelopor lingkungan


Sebagai seorang guru IPA, saya memiliki tugas untuk menanamkan cara berpikir tentang menjaga kelestarian lingkungan sebagai bentuk regulasi terhadap pemanasan global. Bersama siswa-siswi kelas 7I di SMP Negeri 5 Bandung, saya melakukan aksi nyata dalam bentuk pembuatan poster tentang regulasi pemanasan global. Kegiatan pembelajaran yang dikemas dengan pembelajaran literasi sains menggunakan Model Inquiry dan Metode Scientific ini menampilkan sebuah diskusi menarik tentang topik yang dibahas. 6 kelompok yang telah dibagi masing-masing mempresentasikan poster yang telah dibuatnya di depan kelas, setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab. Sebagai bentuk impelemntasi menjadi pelopor lingkungan, saya mengenakan ikat bertuliskan #SaveOurEarth dalam mengajar di kelas pada topik ini. Hal ini saya lakukan bukan karena saya alay, melainkan untuk meningkatkan semangat siswa-siswi saya dan memperkenalkan peduli lingkungan dalam kegiatan pembelajaran.

Berikut ini adalah hasil karya siswa-siswi kebanggan saya selama 4 bulan pertama karier awal mengajar di sekolah.
1. #DontKillMe
Poster ini merupakan hasil karya dari Rafif Rafii Syafei, Muhammad Fariz Fijratullah, Ariq Arkhan Haryanto, Gunadi Rizqi Aquila, dan Nurwahid Syafruddin Santoso.

2. #SelamatkanBumiKita
Poster ini merupakan hasil karya dari Tsabita Paharam Husna, Lyvia Asyara Syaaf, Adinda Mutiara Prayagani, Salmaa hamidah Suardini, dan Annisa Maharani.

3. #EarthNeedSaviour
Poster ini merupakan hasil karya dari Shafira Ayumudita, Dian Anugrah Pertiwi, Safira Salma Nadhira, Muhammad Reihan Byzanthira, dan Ferdinand Ricco Geraldy

4. #SaveOurEarth #PeduliLingkungan
Poster ini merupakan hasil karya dari Bimantara Adiputra Mappaono, Taufiq Abdul Majid, Althaafvasti Trixie Niadi, Viona Ananda Puteri, dan Diza Az-Zahra.

5. #SaveOurEarth
Poster ini merupakan hasil karya dari Salsa Rosalia Putri, Karima Taushia Ahmad, Salsabilla Salaf, dan Zahrah Rufaida.

6. #SaveTheEarth
Poster ini merupakan hasil karya dari Dzikra Prahayatchinta Rayadi, Gaizka Sinatria Pinandhito, Muhamad Irham Hamidan, Muhammad Thariq ‘Izza Rizqy, dan Kharisma Cohen Manurung.

Hal yang telah saya paparkan di atas adalah bentuk aksi nyata yang dapat saya lakukan sebagai seorang guru. Menanamkan cara berpikir dalam kegiatan pembelajaran adalah jurus utama seorang guru dalam meberikan kontribusi untuk mengembangkan bangsa ini lebih baik lagi. Semoga hal yang telah dilakukan dapat bermanfaat khususnya bagi siswa-siswi 7I, umumnya bagi bangsa ini. Mari kita lakukan hal-hal sederhana sebagai bentuk kepedulian kita untuk bumi ini. Salam kebanggan untuk profesi guru!

#SaveOurEarth

Tidak ada komentar:

Posting Komentar