"Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony", -Mahatma Gandhi
Selasa, 25 Maret 2014
Proses Terjadinya Aurora
Aurora merupakan pancaran cahaya pada langit daerah lintang tinggi
sebagai akibat atas pembelokan partikel angin matahari oleh magnetosfer ke arah
kutub serta adanya reaksi dengan molekul-molekul atmosfer. Angin matahari
merupakan energi yang dipancarkan matahari ketika “sunspot” matahari tidak
sanggup lagi menahan tekanan dari aliran energi matahari.
Perjalanan angin matahari menuju bumi, dapat ditempuh selama selang
waktu 18 jam s.d 2 hari perjalanan antariksa. Ketika melewati Merkurius dan
Venus, angin matahari akan langsung begitu saja menerpa atmosfernya, sehingga
planet tersebut mengalami peningkatan suhu yang luar biasa akibat dari terpaan
aliran proton dan elektron yang dibawanya. Namun demikian, lain halnya ketika
angin matahari itu menghantam bumi. Bumi dilapisi oleh medan magnet terdiri
dari beberapa lapisan, dengan lapisan terbawahnya, sabuk radiasi van allen (yang
berada di sekitar khatulistuwa). Sabuk van allen melindungi bumi dari terpaan
partikel angin matahari.
Keterangan gambar: Angin matahari ditunjukkan pada garis kuning
sedang medan magnet bumi ditunjukkan pada garis biru.
Hujan Asam dan Dampak yang Diakibatkannya dalam Kehidupan Sehari-Hari
Secara alami proses terjadinya hujan asam disebabkan oleh peristiwa
gunung berapi dan proses-proses biokimia yang terjadi di rawa, laut, maupun
tanah. Namun pada dasarnya terjadinya hujan asam terjadi karena ulah manusia
sendiri seperti perindustrian, pembangkit listrik, emulsi, dll. Semua gas yang
dihasilkan oleh aktivitas manusia tersebut akan terbawa oleh angin hingga
mencapi atmostfer sehingga turun bersama hujan dan kemudian mengendap di tanah.
Pemanfaatan Konduktivitas Termal Logam dalam Kehidupan Sehari-Hari
Mengapa alat masak seperti panci dan katel terbuat kebanyakan
terbuat dari alumunium atau tembaga? Mengapa tidak menggunakan besi saja?
Pada dasarnya penggunaan alat masak rumah tangga jika ditinjau
dalam sudut pandang fisika memanfaatkan konduktivitas termal. Konduktivitas termal
merupakan ukuran kemampuan zat/bahan menghantarkan kalor. Semakin besar
konduktivitas termal suatu bahan, maka semakin besar pula kemampuan bahan
tersebut menghantarkan kalor. bahan yang memiliki nilai konduktivitas termal
yang lebih besar akan mampu membuat
masakan lebih cepat matang daripada bahan dengan konduktivitas termalnya lebih
kecil.
Jumat, 28 Februari 2014
Fermentasi Tape Ketan
Tape ketan adalah makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari
bahan ketan yang diolah secara fermentasi. Dalam pelaksanaannya, fermentasi
tape ketan melalui tahap persiapan (pencucian, pemasakan dan pendinginan),
pengerjaan, dan fermentasi (pemanasan, inokulasi dengan ragi, dan inkubasi). Proses-proses
tersebut merupakan tahap yang berpengaruh penting untuk menghasilkan tape ketan
dengan mutu baik. Misalnya, dalam tahap pencucian yang bertujuan untuk
menghilangkan kotoran maupun sisa-sisa dedak yang mungkin masih tertinggal
sangat penting untuk dilakukan.Selain menentukan cita rasanya, hasil dari
proses fermentasi juga sangat menentukan komposisi kimia tape ketan. Tape ketan
umumnya memiliki tekstur lembut, rasa manis, sedikit asam, dan cita rasa yang
khas karena mengandung sedikit alkohol. Komponen utama dalam ketan sendiri
adalah pati, yang dalam keadaan utuh sangat sulit didegradasi dengan zat kimia
maupun enzim. Bahkan, pati yang dipanaskan dengan air tidak akan mengalami
perubahan hingga suhu gelatinasinya tercapai. Oleh karena itu, dibutuhkan
bantuan bakteri untuk mendegradasi komponen pati yang terdapat dalam ketan.
Ragi mengandung berbagai bakteri asam laktat yang sangat dibutuhkan untuk fermentasi
tape ketan.
Langganan:
Postingan (Atom)





