Dewasa ini hampir semua aktifitas dilakukan di depan computer,
apalagi mahasiswa dengan tugas-tugasnya yang menumpuk. Komputer memang dapat
membuat kita bekerja lebih produktif, namun dapat menyebabkan terjadinya
computer vision syndrome (CVS). Sindrom ini bisa menyebabkan mata lelah dan
tegang karena seharian stand by di depan layar komputer.
Seperti yang diberitakan "time.com" (Jumat 14 September 2012),
kondisi ini kemungkinan besar tidak menyebabkan kerusakan mata permanen, tetapi,
dapat mempengaruhi kenyamanan pengguna komputer. Gejala yang paling umum dari
CVS termasuk ketegangan mata, kemerahan, iritasi atau kekeringan, perasaan
terbakar di mata, penglihatan kabur atau penglihatan gsobat hingga sakit kepala
dan leher serta bahu terasa nyeri.
Berikut ini akan saya paparkan beberapa hal yang dapat membantu
mengatasi aatau meminimalisir hal-hal tersebut.
1. Jangan terlalu lama berada di depan layar monitor
Luangkanlah waktu 10-15 menit setiap 2-3 jam untuk tidak
terus-menerus berada di depan layar monitor. Basuhlah wajah dengan air agar
wajah tidak panas akibat sinar radiasi dan Ultraviolet yang ditimbulkan oleh
layar monitor komputer. Kemudian lakukan olahraga ringan seperti berjalan-jalan
kecil di sekitar ruangan.
2. Jaga jarak pandang monitor (50-100cm) dan gunakan meja/kursi yang
nyaman
Terlalu dekat dengan komputer akan membahayakan mata. Jika terlalu sering,
maka bukan tidak mungkin kita dapat terkena rabun jauh (mata minus). Jangan
lupa untuk menggunakan meja dan kursi yang membuat posisi duduk nyaman agar
tidak cepat lelah.







