Teori Heliosentris Versi Fisikawan Muslim
Al-Sijzi (945-1020 M)

Pengamatan astronomi Al-Sijzi membuahkan teori Heliosentris yang
menggemparkan dunia pada masa itu. Pemikiran Al-Sijzi mengenai sistem
heliosentris dapat dilihat dari karya-karya Al-Biruni yang sering bertukar
pikiran dengannya. Dalam karya Al-Biruni yang berjudul Isti'ab Al-Wujuh
Al-Mumkina fi San'at Al-Usturlab yang berisi tentang astronomi dan astrolabe,
Al-Biruni mengatakan, dia telah melihat astrolabe yang ditemukan Abu
Sa'id Al-Sijzi. Astrolabe ini sangat disukainya karena benda tersebut
memiliki beberapa efek sehingga pergerakan disaksikan disebabkan oleh bumi,
bukan langit.
Ibnu Al-Shatir (1304-1375 M)

Selain hebat dalam
berteori dan mengembangkan analisa, kehebatan Ibnu Al Shatir dalam membuat
peralatan astronomi juga tidak diragukan. Ini terbukti kemampuannya membuat jam
astrolabe pada awal abad ke-14 dan ia juga berhasil membuat kompas tangan yang
sangat membantu dalam alat pedoman arah dan
waktu lainnya seperti sundial umum dan kompas magnet. Ibnu Al Shatir menyumbangkan jasa yang luar
biasa besarnya karena pemikiran dan ide-ide astronominya sangat berpengaruh
pada revolusi astronomi yang dicetuskan oleh Copernicus.
Teori Heliosentris Versi Fisikawan Non-Muslim
Nicolas Copernicus (1473-1543 M)

Galileo Galilei (1546-1642 M)

Dengan bantuan
teleskop ia terus melakukan penelitian terhadap benda-benda langit dan alam
semesta. Seperti meneliti pergerakan planet Venus sehingga mengetahui bahwa
fase pergerakannya sama dengan bulan mengitari bumi inilah yang merupakan bukti
kebenaran teori heliosentris.
Johannes keppler (1571-1630 M)

1. Lintasan planet menyerupai elips dengan
matahari pada salah satu titik apinya
2. Garis hubung planet matahari akan menyapu
daerah yang sama luasnya dalam selang waktu yang sama panjangnya
3. Pangkat dua kala edar planet sebanding
dengan pangkat tiga jarak planet ke matahari.
Walaupun Teori Heliosentris ini banyak dikemukakan para ilmuan terkemuka, tapi belum tentu teori inilah yang paling unggul dibandingkan Teori Geosentris karena Alquran memandang bahwa Teori Heliosentris dan Teori Heliosentris memiliki kebenaran yang sama dan sifatnya relatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar