Jumat, 24 Mei 2013

Prinsip Kerja Lemari Es (Refrigerator)


Udara yang ditiupkan melalui eter akan mempercepat penguapan eter. Untuk menguap, eter memerlukan kalor yang diambil dari eter cair itu sendiri sehingga eter cair mendinginkan di bawah suhu 0oC. pada saat yang sama, karena suhu eter rendah maka terjadi perpindahan kalor dari air ke eter, sehingga pada akhirnya air membeku menjadi es.
Pada dasarnya, prinsip kerja lemari es mirip seperti penguapan eter. Pada lemari es, zat pendingin yang telah menguap tidak dibuang, tetapi dimampatkan oleh sebuah pompa sehingga mencair kembali.

Prinsip kerja dari lemari es adalah sebagai berikut:
Kompresor memompakan gas freon dengan tekanan yang tinggi dan temperatur yang tinggi. Lalu gas freon dikirim ke kondensor untuk dibuang kalornya agar freon dapat berubah bentuk menjadi cair akan tetapi tekanannya masih tinggi. Freon cair ini terus masuk ke pipa kapiler dengan terlebih dahulu disaring dari kemungkinan kotoran yang ikut terbawa. Dari pipa kapiler ini freon cair diuapkan oleh evaporator yang mana sebelumnya melewati katup ekspansi. Didalam evaporator tekanan dan temperature freon rendah sekali sehingga freon kembali ke dalam bentuk gas. Freon yang telah berbentuk gas ini akan masuk ke saluran hisap untuk disirkulasikan ulang oleh kompresor.


Bagian-bagian refrigerator
Kompresor: digunakan sebagai penekan gas freon sehingga tekanannya menjadi tinggi.
Kondensor: berfungsi untuk membuang kalor dari freon sehingga freon berubah bentuk dari gas menjadi cair.
Filter: berfungsi untuk menyaring freon dari kemungkinan kotoran yang ikut terbawa freon.
Pipa kapiler: berfungsi untuk menghasilkan tekanan yang tinggi ketika Freon berbentuk cair.
Expanding Valve: berfungsi untuk mengatur banyaknya Freon yang masuk ke evaporator.
Evaporator: merupakan tempat penguapan Freon cair menjadi gas sehingga temperature freon menjadi rendah.
Thermostat: berfungsi untuk mengatur temperatur dari freezer.
Akumulator: berfungsi untuk menampung bahan pendingin cair.

SUMBER:
Kanginan, M. 2007. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

2 komentar: